Perbedaan Batik Print, Batik Tulis dan Batik Cap

Perbedaan Batik Print, Batik Tulis dan Batik Cap

Perbedaan Batik Print, Batik Tulis dan Batik Cap

Batik terbuat dengan berbagai macam metode serta tata cara pembuatan sehingga buat membedakannya kita wajib mengenali asal usul, identitas serta wujudnya. Mari kita berkenalan dengan 3 jenis batik bersumber pada tata cara pembuatannya, yakni Batik Print, Tulis dan Cap. Gimana mengenali perbandingan antara 3 jenis batik tersebut?

BATIK PRINT

Batik printing maupun yang bisa pula disebut kain tekstil bermotif batik. Mencuat di Indonesia tahun 1970- an bertepatan penetapan batik bagaikan pakaian nasional.

Kain tekstil bermotif batik ini mulanya dibuat oleh industri tekstil lokal, namun karena permintaan yang terus jadi banyak akhirnya batik print ini dibuat oleh pabrik luar negeri. Mengenai inilah yang sehabis itu dikhawatirkan hendak mematikan industri kerajinan batik lokal.

Identifikasi:

  • Motifnya sangat detail dan apik, sangat rapih.
  • Rupanya cerah dan sangat menarik.
  • Bagian belakang bercorak putih, dengan sedikit tembusan- tembusan warna dari bagian mukanya.
  • Biayanya sangat murah.
  • Umumnya dijual meteran.

BATIK TULIS

Tidak banyak yang tahu, kapan tepatnya tata cara merintang warna diatas kain dengan menggunakan lilin yang sehabis itu diucap batik. Awal masuk ke Indonesia Konon tata cara ini dibawa oleh anak buah kapal Laksamana Ceng Ho yang bernama Binang Oen. Namun untuk Robyn Maxwell dalam bukunya“ Textiles Of South East Asia: Tradition, Trade And Transformation”, batik dapat jadi baru berkembang di abad ke XVII.

Segalanya mempunyai teorinya sendiri. Batik tulis disebut “batik tulis” karena perintang warnanya dibubuhkan dengan tata cara semacam menulis dengan mengenakan peralatan bernama canting.

Identifikasi:

  • Tidak ada satupun batik tulis yang kembar, segalanya dibuat hanya satu masing- masing lembar. Motif biasanya lebih rumit.
  • Sebab dibuat dengan tangan, tidak ada satu pula yang motifnya sempurna. Malah ketidaksempurnaan inilah yang membuat batik tulis sangat manusiawi.
  • Bolak- balik, warna dan motifnya sama. Mengenai ini diakibatkan, sehabis bagian depannya dicanting, bagian baliknya sehabis itu harus dicanting lagi.
  • Mempunyai ukuran yang tidak biasa misalnya 2 x 1, 25 meter persegi.
  • Jika batik kuno, biasanya ada nama samaran tulisan tangan nama pembatik di ujung kain.

BATIK CAP

Batik cap mulai berkembang di Indonesia sehabis meningkatnya permintaan terhadap kain batik di pertengahan abad XIX. Pada disaat itu produsen batik mulai mencari tata cara buat bisa memproduksi batik dalam jumlah banyak dengan waktu yang pendek. Dari ayo sehabis itu dibuatlah lempengan besi dengan motif batik buat membubuhkan lilin pada permukaan kain mori. Lempengan besi ini sehabis itu berfungsi semacam “stempel” yang dicapkan ke atas kain. Sehingga batiknya sehabis itu disebut Batik cap.

Identifikasi:

  • Motifnya cenderung berulang, tidak banyak detail.
  • Bolak- balik warnanya tidak sama, bagian balik cenderung memiliki warna yang lebih redup maupun tipis.
  • Sebab sudah masuk penciptaan massal, kualitas bahan umumnya tidak sangat baik.
  • Dijual per lembar dengan ukuran standart kain potong.
  • Kain mori yang digunakan biasanya tidak melalui proses perebusan berhari- hari semacam batik tulis.

Mudahkan membedakan Batik Print, Tulis, dan Cap? Hanya butuh latihan. Tambah sering kita bersentuhan dengan kain Batik, memakainya dan berdialog dengan orang dagang serta pembuatnya, Menambah pula keahlian kita mengidentifikasi kain batik.